KKP Buka Rekrutmen 3.000 Tenaga Kerja untuk Budi Daya Udang di NTT
surfdiscover — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi membuka lowongan kerja bagi 3.000 warga lokal. Rekrutmen massal ini ditujukan untuk mendukung operasional program Budi Daya Udang Terintegrasi (Integrated Shrimp Farming/ISF) yang berlokasi di Desa Palakahembi, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Inisiatif ini tidak hanya bertujuan menyerap tenaga kerja, tetapi juga untuk menyiapkan sumber daya manusia kelautan dan perikanan yang terampil serta berdaya saing di masa depan.
Persiapan Melalui Kelas Khusus dan Pelatihan
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan, I Nyoman Radiarta, menjelaskan bahwa para calon pekerja akan disiapkan melalui mekanisme kelas khusus yang dirancang khusus.
“Melalui kelas khusus ini, kami mempersiapkan putra-putri terbaik Sumba Timur agar memiliki keterampilan teknis, sertifikasi kompetensi, dan kesiapan kerja yang sesuai dengan standar industri,” jelas Nyoman. Pelatihan intensif tersebut dirancang untuk memastikan peserta memiliki kompetensi yang memadai dan siap berkontribusi dalam industri budi daya udang modern.
Dampak Lebih Luas: Pemerataan dan Pemberdayaan
Program rekrutmen ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di sektor kelautan dan perikanan wilayah Indonesia Timur. Selama ini, kawasan timur Indonesia dikenal memiliki potensi kelautan dan keanekaragaman hayati yang sangat besar, namun belum tergarap secara optimal.
Melalui pendekatan ISF, diharapkan potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan. Dampak langsung yang diharapkan adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir setempat.
Visi Jangka Panjang untuk Ekonomi dan Posisi Global
Nyoman juga memaparkan visi jangka panjang dari program ini. Ke depan, program Budi Daya Udang Terintegrasi diharapkan dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah, membuka berbagai peluang usaha turunan (spin-off), serta memperkuat kelestarian ekosistem perairan.
“Yang tidak kalah penting, program ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen udang unggulan di pasar global,” pungkasnya. Dengan demikian, investasi SDM ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan operasional saat ini, tetapi juga untuk membangun fondasi yang kokoh bagi industri perikanan nasional di kancah internasional.
