Hujan Lebat Picu Banyak Lubang Jalan di Depok, Bahayakan Pengendara
surfdiscover — Hujan lebat yang mengguyur Kota Depok dalam beberapa waktu terakhir telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur jalan yang signifikan. Banyak lubang dengan ukuran beragam muncul di berbagai ruas jalan, menciptakan bahaya laten bagi para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.
Korban Jatuh Akibat Lubang Tersembunyi
Salah satu korban adalah Kasna, warga Beji, yang terjatuh dari motornya di Jalan Tole Iskandar. Saat melintas, ban depan motornya masuk ke dalam lubang dengan lebar sekitar 15 sentimeter dan kedalaman lima sentimeter yang tidak terlihat dengan jelas. “Lubangnya tidak terlihat, akibatnya terjatuh,” ujar Kasna. Ia menyoroti faktor minimnya penerangan jalan yang memperparah kondisi, sehingga lubang tersebut sulit diidentifikasi dari kejauhan.
Kasna berharap Pemerintah Kota Depok segera melakukan perbaikan permanen untuk mencegah kejadian serupa terulang. Selain penambalan lubang, penambahan lampu penerangan di titik-titik rawan juga menjadi permintaannya agar pengendara dapat lebih waspada.
Respons Cepat dari Aparat dan Dinas Terkait
Merespons kondisi darurat ini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok telah melakukan upaya penambalan darurat. Kanit Kamsel Satlantas Polres Metro Depok, AKP Elly Padiansari, menjelaskan bahwa penambalan menggunakan aspal ini merupakan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko kecelakaan.
“Kita lakukan penambalan jalan berlubang, kita perbaiki untuk mencegah terjatuhnya pengendara motor,” tegas Elly. Menurutnya, penyebab utama kerusakan jalan adalah tingginya curah hujan yang mengikis struktur permukaan jalan secara bertahap.
Titik-Titik Rawan Jalan Berlubang
Beberapa lokasi yang paling banyak ditemukan lubang dan telah ditangani antara lain Jalan Juanda, Tole Iskandar, kawasan GDC, serta Jalan Raya Bogor. Bahkan, jalan-jalan nasional seperti Jalan Raya Bogor dan Jalan Raya Parung-Ciputat juga tidak luput dari kerusakan serupa.
Elly secara khusus menyebut Jalan Raya Margonda sebagai daerah ‘black spot’ atau titik rawan yang memerlukan perhatian dan perbaikan lebih cepat. Untuk sementara, petugas telah memasang kerucut pengaman (traffic cone) di beberapa lokasi, meski solusi ini dinilai belum ideal karena berpotensi menimbulkan bahaya baru jika tersenggol.
Koordinasi untuk Perbaikan Menyeluruh
Satlantas Polres Metro Depok telah berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Kota Depok, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Pusat. Koordinasi ini penting mengingat status jalan yang rusak bervariasi, mulai dari jalan kota, provinsi, hingga nasional, yang memerlukan penanganan dari otoritas yang berbeda.
“Kita menemukan ada puluhan lubang dari sejumlah jalan, jarak antar lubang satu dengan lainnya mencapai 20 sampai 200 meter. Makanya kita berkoordinasi untuk segera diperbaiki,” jelas Elly. Selain lubang, tim juga menemukan banyak jalan yang bergelombang akibat dampak hujan.
Imbauan Keselamatan bagi Pengendara
Menghadapi kondisi jalan yang belum sepenuhnya pulih, AKP Elly Padiansari mengimbau seluruh pengendara untuk ekstra waspada. Pengendara diminta untuk mengurangi kecepatan, meningkatkan fokus, dan mengendalikan kendaraan dengan baik, terutama saat melewati area yang diduga terdapat lubang atau dalam kondisi jalan licin pasca hujan.
“Hati-hati bilamana ada jalan berlubang, jangan sampai nanti tergelincir ataupun jatuh. Pastikan tetap aman,” tutupnya. Imbauan ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kecelakaan sementara proses perbaikan infrastruktur jalan terus berlangsung.
