MUI Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Indonesia Keluar dari BoP
surfdiscover — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan pernyataan sikap resmi yang berisi duka mendalam sekaligus kecaman keras terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. Dalam tausiyah yang dikeluarkan, MUI menyatakan belasungkawa atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disebut sebagai akibat dari serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat.
Duka Cita dan Kecaman atas Serangan
Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, menyampaikan duka yang mendalam dan mendoakan almarhum Ali Khamenei. Lebih lanjut, MUI secara tegas mengutuk serangan yang dilakukan Israel dengan dukungan Amerika Serikat tersebut. Menurut MUI, tindakan ini bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal dan bahkan bertolak belakang dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang mengajak untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
MUI memandang serangan balasan yang dilancarkan Iran sebagai tindakan yang dibenarkan dalam kerangka hukum internasional, karena menyasar pangkalan militer. Sebaliknya, serangan dari Israel dan AS dikritik karena dianggap menyasar target sipil, termasuk sebuah sekolah dasar yang menewaskan banyak anak-anak.
Peringatan Eskalasi dan Desakan Diplomatik
MUI memperingatkan bahwa serangan militer ini merupakan eskalasi serius yang berpotensi menarik kawasan Timur Tengah ke dalam konflik terbuka yang lebih luas. Situasi ini dinilai bukan sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar yang bertujuan melemahkan posisi strategis Iran dan membatasi dukungannya terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
Oleh karena itu, MUI mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk segera menghentikan operasi penyerangan guna mencegah dampak yang lebih meluas. Seruan juga ditujukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengambil langkah-langkah maksimal guna menghentikan perang dan menegakkan hukum internasional.
Desakan untuk Keluar dari Board of Peace
Dalam konteks penyelesaian konflik Israel-Palestina, MUI menyoroti peran Amerika Serikat di Board of Peace (BoP). MUI mempertanyakan efektivitas dan niat baik strategi yang diusung, yang dianggap justru dapat memperkuat arsitektur keamanan timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina.
Atas dasar itu, MUI mendesak Pemerintah Indonesia untuk mencabut keanggotaannya dari BoP. Langkah ini dinilai perlu karena keanggotaan Indonesia dianggap tidak lagi efektif dalam mewujudkan perdamaian yang adil dan kemerdekaan sejati bagi rakyat Palestina.
Seruan kepada Umat Islam dan Penutup
MUI mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk secara sungguh-sungguh melaksanakan qunut nazilah dalam shalat, memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT bagi saudara-saudara Muslim yang sedang mengalami kesulitan dan penindasan.
MUI menegaskan keyakinannya bahwa perang hanya akan mendatangkan kemudharatan global. Pernyataan sikap ini ditutup dengan penekanan bahwa mewujudkan perdamaian adalah tugas dan tanggung jawab semua negara untuk memberikan perlindungan maksimal kepada warga sipil.
