Museum Nasional Targetkan 780 Ribu Pengunjung di Tahun 2026
angkaraja — Pengelola Museum Nasional Indonesia menetapkan target ambisius untuk menarik sekitar 780 ribu pengunjung pada tahun 2026. Target ini tidak hanya berfokus pada angka semata, tetapi lebih menekankan pada peningkatan kualitas pengalaman setiap pengunjung yang datang.
Fokus pada Kualitas di Balik Target Kuantitas
Indira Esti Nurjadin, Kepala Museum dan Cagar Budaya Museum Nasional Indonesia, menjelaskan bahwa pencapaian target tersebut akan dibarengi dengan langkah-langkah strategis. Penguatan kurasi pameran, pengembangan program edukasi yang lebih menarik, dan peningkatan kenyamanan fasilitas menjadi prioritas utama.
“Target kami sekitar 780 ribu pengunjung di tahun 2026. Yang lebih penting, kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas kunjungan melalui kurasi pameran yang lebih kuat, program edukasi yang beragam, dan layanan yang lebih nyaman,” jelas Indira di Jakarta.
Lonjakan Kunjungan yang Signifikan
Optimisme ini didasari oleh tren positif yang tercatat sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, Museum Nasional berhasil mendatangkan lebih dari 730 ribu pengunjung. Angka ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat sekitar 212 ribu kunjungan.
Dari total pengunjung tahun 2025, sekitar 674 ribu di antaranya merupakan wisatawan domestik. Sisanya terdiri dari wisatawan mancanegara dan tamu resmi. Data ini menunjukkan bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap museum sebagai ruang belajar dan rekreasi berbasis pengetahuan terus menguat.
Perubahan Persepsi Masyarakat
Indira memandang peningkatan ini bukan sekadar angka statistik belaka. Ia menilai hal ini mencerminkan perubahan persepsi dan apresiasi masyarakat yang semakin baik terhadap fungsi museum.
“Pertumbuhan ini kami lihat sebagai indikasi nyata meningkatnya minat publik. Museum kini semakin dipandang sebagai ruang hidup untuk pembelajaran dan mengalami budaya secara langsung, bukan lagi tempat yang kaku dan membosankan,” ujarnya.
Pendorong Tren Positif
Tren kenaikan pengunjung ini didorong oleh berbagai perbaikan yang dilakukan pengelola. Penyempurnaan tata pamer koleksi, peningkatan tata kelola museum, dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan menjadi faktor kunci yang menarik minat publik.
Dengan strategi yang berfokus pada pengalaman pengunjung, Museum Nasional Indonesia bertekad untuk tidak hanya menjadi penyimpan artefak, tetapi juga menjadi destinasi budaya yang relevan dan engaging bagi semua kalangan.
