Paspampres Bantah Anggota Terlibat Penganiayaan Driver Ojol
surfdiscover — Sebuah unggahan berisi gambar dan narasi terkait penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) yang menyebut pelakunya berasal dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Paspampres secara resmi membantah keterlibatan anggotanya dalam insiden yang terjadi di wilayah Kembangan, Jakarta Barat itu.
Klarifikasi Resmi Paspampres
Asisten Intelijen Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Asintel Danpaspampres), Kolonel Inf. Mulyo Junaidi, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan mendalam terhadap informasi yang beredar. Hasil penyelidikan internal menegaskan bahwa prajurit TNI yang diduga sebagai pelaku bukan merupakan anggota dari korps Paspampres.
“Tadi saya sudah cek, rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres,” tegas Mulyo Junaidi dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).
Penanganan Diserahkan ke Mabes TNI
Lebih lanjut, Mulyo menjelaskan bahwa identitas terduga pelaku adalah Kapten Cpm A, yang merupakan anggota dari Detasemen Markas Besar (Denma) TNI. Paspampres menyerahkan sepenuhnya proses hukum terkait kasus ini kepada otoritas yang berwenang di lingkungan Mabes TNI.
“Sudah kami klarifikasi, Kapten Cpm A (yang diduga pelaku), anggota Denma Mabes (TNI). Kami serahkan sepenuhnya kepada Mabes TNI, terutama terkait proses hukum yang akan dijalani oleh prajurit tersebut,” jelasnya.
Proses Hukum Berjalan di Polda Metro Jaya
Secara terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa kasus dugaan penganiayaan ini sedang dalam proses penyelidikan oleh Polsek Kembangan.
“Benar, Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan, Jakarta Barat,” ujar Kombes Budi di Jakarta, Senin (9/2).
Budi Hermanto memaparkan bahwa laporan resmi dari korban telah diterima kepolisian pada Kamis (5/2) minggu lalu. Hingga saat ini, proses penyidikan dan penanganan perkara masih terus berlangsung untuk mengungkap kejadian sebenarnya.
Awal Mula Viral di Media Sosial
Insiden ini menarik perhatian publik setelah beredar luas di berbagai platform media sosial. Unggahan yang viral tersebut umumnya memuat foto-foto yang diklaim sebagai bukti penganiayaan, salinan laporan polisi, serta bukti transaksi pemesanan dari aplikasi ojek online.
Penyebaran konten ini memicu berbagai spekulasi sebelum akhirnya adanya klarifikasi resmi dari institusi terkait mengenai status terduga pelaku.
