Pembangunan Masjid Ikonik di Aceh Masih Perlu Dukungan
surfdiscover — Meski menjadi simbol penting, kondisi fisik bangunan masjid tersebut dinilai belum sepenuhnya layak sebagai ikon kebanggaan masyarakat. Hal ini disebabkan karena proses pembangunannya sendiri belum terselesaikan secara tuntas. “Saya belum tahu harus berbuat seperti apa, tapi saya akan berbuat,” tegasnya.
Mencari Solusi Pendanaan
Dalam upaya menyelesaikan pembangunan, disebutkan akan dilakukan pencarian berbagai alternatif sumber dukungan dan pendanaan. Upaya ini akan menjangkau jaringan pemerintah, jejaring lainnya, bahkan melibatkan potensi bantuan dari luar negeri. “Insyaallah saya juga banyak sahabat kawan-kawan yang peduli untuk pembangunan masjid,” ujarnya.
Fokus Utama pada Pemulihan Pascabencana
Di luar persoalan pembangunan masjid, ditegaskan bahwa prioritas utama di Aceh adalah mempercepat program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Aceh disebutkan sebagai salah satu wilayah yang mengalami dampak paling luas dibandingkan provinsi lain di Sumatera.
“Itulah sebabnya kami melaksanakan safari Ramadan di Aceh ini dari hari pertama, menyusuri daerah pantai untuk meng-update dan mengetahui problema-problema yang ada, yang masih dihadapi oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat,” jelasnya.
Komitmen Pemerintah dan Temuan di Lapangan
Pemerintah berkomitmen untuk bekerja keras mempercepat pemulihan di daerah terdampak, termasuk di Lhokseumawe. Namun, dalam perjalanan tersebut, ditemukan juga persoalan-persoalan lain yang memerlukan perhatian. “Tapi dalam perjalanan ini kita juga menemukan masalah yang lain seperti masjid ini. Ini juga menjadi catatan bagi kami,” tandasnya.
