Penanganan Pascakejadian Tembok Ambruk di Sekolah DKI
surfdiscover — Saat ini, tim Sarana dan Prasarana (Sarpras) bersama dengan Suku Dinas Pendidikan setempat sedang melakukan proses inventarisasi menyeluruh terhadap segala kerusakan yang terjadi. Pemeriksaan ini mencakup kondisi pagar sekolah serta beberapa ruangan, termasuk ruang piket, yang terdampak.
Sebagai langkah antisipasi, akan dipasang pagar sementara di lokasi kejadian. Tindakan ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah selama masa perbaikan berlangsung, sehingga aktivitas belajar mengajar dapat tetap terlindungi.
Koordinasi Lintas Instansi untuk Penanganan Menyeluruh
Dalam upaya penanganan pascakejadian, Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah menggalang koordinasi intensif dengan berbagai instansi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Tujuannya adalah untuk memastikan lokasi ambruknya tembok berada dalam kondisi aman dan tidak berpotensi menimbulkan dampak lanjutan yang dapat membahayakan.
“Koordinasi telah dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari Suku Dinas, Kepolisian Sektor (Polsek), Bintara Pembina Desa (Babinsa), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tingkat kecamatan, Kelurahan Kalibata, hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),” jelas Budiyono, mewakili Disdik DKI.
Langkah-Langkah Teknis yang Ditempuh
Langkah pertama yang telah diambil adalah melakukan pengerukan saluran air oleh pihak Sumber Daya Air (SDA). Upaya ini penting untuk memastikan parit atau saluran air di sekitar lokasi tidak tersumbat, sehingga menghindari risiko genangan atau banjir yang dapat memperparah kondisi.
“Saat ini, proses pembersihan lokasi dan material sisa reruntuhan masih terus berjalan,” tambah Budiyono. Serangkaian langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menangani insiden infrastruktur dengan cepat, terukur, dan melibatkan semua pemangku kepentingan yang relevan.
