Pramono Anung dan Rano Karno Halalbihalal ke Rumah Megawati
Hari pertama perayaan Idulfitri 1447 Hijriah diwarnai kegiatan silaturahmi para petinggi negara. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Wakil Gubernur Rano Karno, melaksanakan halalbihalal ke kediaman pribadi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Berdasarkan pantauan, Rano Karno tiba lebih dahulu di Jalan Teuku Umar pada pukul 09.36 WIB. Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 09.40 WIB, Pramono Anung beserta istri menyusul tiba di lokasi yang sama. Kedua pimpinan daerah tersebut meninggalkan rumah Megawati sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 10.45 WIB.
Suasana Kediaman yang Tertutup dan Terjaga
Tampak suasana berbeda di depan rumah Megawati pada hari raya tersebut. Sebuah papan bertuliskan “Mohon Maaf Tidak Ada Open House” terpasang, mengindikasikan bahwa pemilik rumah tidak menyelenggarakan acara penerimaan tamu umum. Keamanan di sekitar lokasi juga tampak diperketat dengan pengawalan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan anggota Brimob.
Pesan Idulfitri dari Megawati Soekarnoputri
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyampaikan pesan khusus dari Megawati Soekarnoputri dalam momentum Idulfitri ini. Megawati menekankan pentingnya menjadikan hari kemenangan ini sebagai momen untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan, solidaritas, dan kemanusiaan.
“Idul Fitri menjadi momentum yang sangat penting untuk mewujudkan persaudaraan nasional melalui sikap hidup saling maaf memaafkan. Terlebih setelah selama satu bulan penuh, mengembleng jiwa dan raga dengan berpuasa,” ujar Hasto mengutip pesan Ketum PDIP.
Refleksi dan Penguatan Gotong Royong
Lebih lanjut, Megawati mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menggunakan ruang Idulfitri sebagai waktu refleksi diri, mempererat tali silaturahmi, serta membangkitkan kembali semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Hasto juga menuturkan bahwa Megawati merayakan Hari Raya Idulfitri secara khidmat bersama keluarga dan kerabat dekatnya. “Sebagai tradisi yang selalu dijaga, Ibu Megawati merayakan Idul Fitri dalam suasana kekeluargaan, penuh kehangatan dan kebersamaan bersama keluarga besar serta sahabat-sahabatnya,” sambungnya.
Makna Lebaran bagi Persatuan Bangsa
Dalam pesan penutupnya, Hasto menyampaikan bahwa hari Lebaran adalah kesempatan emas untuk menjaga dan mewujudkan persatuan. Momentum ini diharapkan dapat membawa kebahagiaan, kedamaian, serta semangat baru untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
“Di hari yang berbahagia ini, Ibu Megawati Soekarnoputri, dan seluruh keluarga besar PDI Perjuangan mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin,” tutup Hasto Kristiyanto.
