Proyek PECI Aceh: Model Konservasi Gajah Sumatera & Pembiayaan Lanskap
surfdiscover — Pertemuan antara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Inggris untuk Indo-Pasifik Seema Malhotra di Jakarta menempatkan Proyek Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) sebagai agenda utama. Pertemuan ini melanjutkan pembahasan dari forum tingkat tinggi di London awal tahun ini, sekaligus mengokohkan kemitraan strategis kedua negara di bidang kehutanan, konservasi keanekaragaman hayati, dan inovasi pembiayaan berbasis lanskap.
Lebih Dari Sekadar Konservasi Spesies
PECI merupakan inisiatif prioritas dalam kerja sama bilateral yang dikembangkan melalui amandemen nota kesepahaman, dengan fokus khusus pada konservasi gajah Sumatera. Tujuannya adalah menjamin kelangsungan hidup jangka panjang spesies tersebut melalui perlindungan habitat, pengelolaan lanskap berkelanjutan, serta mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah Peusangan, Aceh.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa PECI dirancang bukan hanya sebagai proyek penyelamatan satwa. “Kami memposisikan PECI sebagai model pembiayaan konservasi berbasis lanskap yang mengintegrasikan perlindungan keanekaragaman hayati, pengelolaan hutan lestari, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. Fokus pertemuan adalah memastikan fase implementasi berjalan secara terstruktur, terukur, dan didukung oleh pembiayaan berkelanjutan jangka panjang.
Tahap Persiapan dan Cakupan Kawasan
Proyek ini telah memasuki tahap persiapan implementasi. Kawasan awal yang disiapkan mencakup area seluas 20.000 hektare, dengan potensi pengembangan hingga 80.000 hektare untuk membentuk koridor ekologis yang terintegrasi. Tahap persiapan meliputi pembentukan struktur kelembagaan, perencanaan teknis detail, serta penguatan koordinasi antar pemerintah, mitra pembangunan, sektor swasta, dan masyarakat lokal.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Menteri Kehutanan bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia telah melakukan kunjungan lapangan langsung ke lokasi proyek. Pemerintah Indonesia memandang konservasi gajah Sumatera sebagai bagian dari agenda strategis nasional untuk memperkuat tata kelola kawasan konservasi, mendukung target Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, serta meningkatkan kredibilitas Indonesia dalam kepemimpinan global isu hutan dan iklim.
Memperluas Jangkauan Kemitraan
Kolaborasi Indonesia-Inggris tidak hanya terbatas pada PECI. Kedua negara juga bekerja sama melalui program Kemitraan untuk Bentang Alam Berkelanjutan (KIBAR), pengembangan National Park Financing Task Force, serta eksplorasi peluang mobilisasi pembiayaan inovatif berbasis alam. Skema pembiayaan yang dikaji mencakup blended finance, kredit karbon, dan kredit keanekaragaman hayati (biodiversity credits) dengan integritas tinggi.
Kemitraan bilateral ini berada dalam kerangka MoU FOLU Net Sink 2030 yang ditandatangani pada tahun 2022. Ruang lingkup kerja sama meliputi penguatan tata kelola kehutanan, dukungan terhadap Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK), konservasi spesies prioritas, serta pengembangan mekanisme pembiayaan kehutanan yang inovatif dan berkelanjutan. Pemerintah Inggris menyatakan komitmen kuatnya untuk mendukung pengembangan pembiayaan konservasi dan perlindungan spesies prioritas di Indonesia, termasuk melalui PECI.
Pertemuan ini pada akhirnya menegaskan komitmen bersama kedua negara untuk memperdalam kolaborasi nyata dalam konservasi, pengelolaan hutan lestari, serta mobilisasi pembiayaan berbasis alam yang kredibel. Tujuannya adalah memastikan keberlanjutan ekosistem hutan Indonesia yang pada gilirannya memberikan manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat.
