Sekolah Rakyat Permanen: Daya Tampung Meningkat, Target 1000 Siswa
angkaraja — Keberadaan gedung permanen untuk Sekolah Rakyat diproyeksikan mampu meningkatkan daya tampung siswa secara signifikan. Dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, targetnya adalah menampung lebih dari seribu siswa untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Ekspansi ke Wilayah 3T
Selain peningkatan kapasitas, Kementerian Sosial juga menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kebijakan ini bertujuan untuk mewujudkan pemerataan pendidikan nasional. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten memiliki setidaknya satu Sekolah Rakyat permanen yang mampu menampung minimal 1.000 siswa dari jenjang SD dan SMP.
Kebijakan Strategis Nasional
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan sebuah kebijakan strategis yang telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dalam kesempatan peresmian tersebut, Presiden menyampaikan kekagumannya terhadap potensi dan kemampuan siswa yang telah mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Saya terkesima hari ini, terus terang saja. Bisa ada anak yang pidatonya bisa dalam beberapa bahasa, luar biasa. Bahasa Inggrisnya juga luar biasa,” ujar Prabowo saat menyaksikan penampilan para siswa.
Komitmen Peningkatan Kualitas dan Jangkauan
Ke depannya, pemerintah memastikan bahwa pengembangan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Arah kebijakan akan terus dioptimalkan untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan serta perluasan jangkauan ke lebih banyak daerah.
Evaluasi berkala akan dilakukan secara konsisten. Tujuannya agar program ini benar-benar dapat berfungsi sebagai instrumen negara yang efektif dalam menjamin kesempatan memperoleh pendidikan yang setara bagi seluruh anak Indonesia, tanpa terkecuali.
