4 Gempa Guncang Indonesia dalam Sehari, Ini Data dan Antisipasinya
4 Gempa Guncang Indonesia dalam Sehari, Ini Data dan Antisipasinya
ANGKARAJA — Wilayah Indonesia kembali diguncang serangkaian gempa bumi dalam satu hari, Sabtu (3/1/2026). Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat empat kejadian gempa dengan kekuatan dan lokasi yang berbeda-beda.
Rincian Kejadian Gempa
Gempa pertama terjadi dini hari pukul 01.29 WIB di wilayah Tual, Maluku. Guncangan berkekuatan Magnitudo 5,4 ini berpusat di laut pada kedalaman 88 kilometer, tepatnya 134 km barat laut Tual. BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Selanjutnya, pukul 09.12 WIB, wilayah Tuban, Jawa Timur, merasakan gempa berkekuatan M 4,9. Pusat gempa berada di laut 126 km timur laut Tuban pada kedalaman sangat dangkal, 3 kilometer. Guncangan dirasakan pada skala MMI III di Tuban dan Pulau Bawean.
Menjelang malam, pukul 17.55 WIB, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, diguncang gempa berkekuatan M 3,2. Episenter gempa berada di darat, 9 km utara Muna, dengan kedalaman 10 km dan dirasakan skala MMI II-III.
Kejadian terakhir tercatat pukul 19.13 WIB di Nabire, Papua Tengah. Gempa dengan kekuatan M 3,6 ini berpusat di darat 15 km tenggara Nabire pada kedalaman 29 kilometer dan dirasakan skala MMI III.
Memahami Fenomena Gempa Bumi
Gempa bumi merupakan bencana alam yang bersifat merusak dan dapat terjadi kapan saja dalam waktu singkat. Posisi Indonesia yang terletak di pertemuan lempeng tektonik menjadikannya wilayah yang rawan terhadap fenomena ini.
Secara ilmiah, gempa bumi didefinisikan sebagai getaran di permukaan bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba dari dalam bumi, yang menyebabkan patahnya lapisan batuan di kerak bumi. Dampaknya dapat berupa guncangan tanah, likuifaksi, tanah longsor, retakan, hingga tsunami.
Langkah Antisipasi Sebelum Gempa Terjadi
Kesiapsiagaan adalah kunci utama mengurangi risiko bencana. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Pastikan struktur rumah aman dari bahaya seperti longsor. Kenali lingkungan kerja, termasuk lokasi pintu, tangga darurat, dan titik kumpul teraman. Pelajari dasar-dasar Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan penggunaan alat pemadam kebakaran.
Amankan perabotan dengan mengikatnya ke dinding untuk mencegah roboh saat gempa. Simpan benda berat di bagian bawah dan pastikan benda gantung stabil. Matikan air, gas, dan listrik jika tidak digunakan. Siapkan tas darurat berisi P3K, senter, radio portabel, makanan, dan air minum.
Tindakan Saat dan Setelah Gempa Berlangsung
Saat Gempa Terjadi:
Jika berada di dalam bangunan, lindungi kepala dengan bersembunyi di bawah meja yang kokoh. Hindari kaca dan benda tergantung. Jika memungkinkan, evakuasi diri ke area terbuka dengan tertib.
Jika di luar, jauhi bangunan, tiang listrik, atau pohon. Perhatikan pijakan untuk menghindari rekahan tanah. Jika mengemudi, pinggirkan kendaraan dan hindari jembatan atau jalan layang. Jika di pantai, segera jauhi pantai menuju dataran tinggi untuk mengantisipasi tsunami.
Setelah Gempa Berhenti:
Keluar dari bangunan dengan tertib menggunakan tangga biasa, bukan lift. Periksa diri dan orang sekitar untuk kemungkinan luka, dan berikan pertolongan pertama. Periksa lingkungan dari kebocoran gas, kebakaran, atau korsleting listrik.
Jangan memasuki bangunan yang rusak karena risiko reruntuhan. Hindari area yang berpotensi terdampak gempa susulan atau longsor. Dengarkan informasi resmi dari sumber terpercaya seperti BMKG atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas, dan ikuti petunjuk dari pihak berwenang.
Kesiapsiagaan dan pengetahuan tentang tindakan yang tepat dapat secara signifikan meningkatkan peluang keselamatan dan mengurangi dampak negatif saat bencana gempa bumi terjadi.
