Fakta Baru Kasus Asusila di Bus TransJakarta dan Insiden Lalu Lintas
surfdiscover — Kepolisian mengungkap fakta baru terkait kasus dugaan tindakan asusila yang terjadi di dalam bus TransJakarta pada Jumat, 16 Januari 2026. AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan dua pelaku pria bukanlah masturbasi, melainkan salah satu pelaku dengan sengaja meraba alat kelamin pelaku lainnya.
Berdasarkan pengakuan korban, seorang wanita yang berada di lokasi kejadian, awalnya mengira cipratan cairan yang ia lihat berasal dari kebocoran air conditioner bus. Namun, ia kemudian menyadari bahwa cairan tersebut adalah sperma setelah mendengarkan percakapan antara kedua pelaku. Onkoseno juga menuturkan bahwa kedua pelaku ternyata telah saling mengenal dan memang membuat janji untuk naik bus TransJakarta yang sama.
Insiden Patroli Polisi di Tol Tomang
Sementara itu, beredar video viral yang merekam sebuah mobil patroli polisi (patwal) dengan sirine dan strobo menyala, menyenggol mobil warga di Tol Tomang menuju arah Tangerang. Rekaman yang diambil oleh pemilik mobil korban ini terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026, sekitar pukul 13.15 WIB.
Dalam video tersebut, terlihat pemilik mobil turun untuk menegur anggota polisi di dalam patwal yang diduga telah menyenggol kendaraannya. Alih-alih menyelesaikan masalah, anggota polisi tersebut justru memilih pergi meninggalkan lokasi. Menanggapi insiden ini, Brigjen Pol. Faizal, Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Aksi Kontroversial Tukang Tambal Ban Saat Banjir
Berita lain yang menarik perhatian publik datang dari Kelapa Gading, Jakarta Utara. Seorang tukang tambal ban yang membuka lapak di belakang Lotte Mart memanfaatkan kondisi banjir dengan cara yang kontroversial. Ia sibuk mengumpulkan puluhan pelat nomor kendaraan yang kemungkinan terlepas akibat terendam banjir.
Akalnya berputar untuk mencari keuntungan di tengah kesulitan warga. Ia meminta tebusan sebesar Rp 50.000 bagi setiap pemilik kendaraan yang ingin mengambil kembali pelat nomornya. Dilaporkan, sekitar 50 pelat nomor berhasil ia kumpulkan.
Menanggapi hal ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Kelapa Gading akhirnya turun tangan. Puluhan pelat nomor kendaraan tersebut berhasil diamankan. Kepala Satpol PP Kecamatan Kelapa Gading, Budi Salamun, telah mengonfirmasi pengamanan barang bukti tersebut.
Ketiga peristiwa ini menjadi berita megapolitan yang paling banyak dicari dan dibicarakan dalam sepekan terakhir, mencerminkan dinamika dan berbagai persoalan yang terjadi di ibu kota.
