Pengawasan Ketat Ikan Sapu-Sapu dan Tragedi Angkot di Jakarta
Sepanjang pekan ini, sejumlah peristiwa penting mewarnai pemberitaan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dua isu utama yang menjadi sorotan publik adalah rencana pengawasan ketat terhadap pengolahan ikan sapu-sapu serta insiden tragis pembakaran sopir angkutan kota (angkot) di Tanah Abang. Berikut rangkuman berita metro yang paling banyak menarik perhatian pembaca.
Dinas KPKP Perketat Pengawasan Olahan Ikan Sapu-Sapu
Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Pemprov DKI Jakarta akan meningkatkan pengawasan terhadap produk pangan yang menggunakan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran publik mengenai potensi penggunaan ikan tersebut dalam produk olahan populer seperti siomay.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penindakan khusus jika ditemukan pelanggaran. Ia menjelaskan bahwa selama ini pengawasan terhadap pelaku usaha binaan Pemprov DKI Jakarta sudah berjalan ketat, terutama dalam hal kebersihan dan kehalalan produk. “Pada umumnya untuk binaan Jakprenuer binaan Dinas KPKP sudah ada pembinaan secara higiene dan sanitasi bahkan sampai halal MUI,” ujarnya.
Inspirasi dari Brasil: Ikan Sapu-Sapu Bisa Diolah Menjadi Arang
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menjajaki potensi pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi produk yang bernilai guna. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan bahwa inovasi ini terinspirasi dari Brasil, di mana ikan sapu-sapu yang menjadi masalah lingkungan justru diolah menjadi berbagai bahan, termasuk arang.
“Ada usulan sementara, ini pernah dilakukan oleh Brasil. Bahwa ternyata ikan sapu-sapu ini di Brasil juga menjadi permasalahan, tapi ternyata dia bisa menjadi komponen lain. Itu bahkan bisa menjadi arang. Nah, itu kemarin saya kirim kepada dinas LH. ‘Coba kita bikin seperti ini’,” kata Rano di Balai Kota DKI Jakarta. Ia menambahkan bahwa temuan ini diharapkan menjadi solusi alternatif untuk mengatasi ledakan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta yang selama ini menimbulkan masalah lingkungan.
Meski demikian, Rano Karno juga mengakui bahwa penanganan awal ikan sapu-sapu oleh Pemprov DKI Jakarta masih memiliki kekurangan. Proses pemusnahan ikan dinilai belum optimal dan sempat mendapatkan kritik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Tragedi Pembakaran Sopir Angkot di Tanah Abang
Berita lain yang menyita perhatian adalah peristiwa nahas yang menimpa seorang sopir angkot di dekat kantor Kecamatan Tanah Abang, Jakarta. Sebuah angkutan kota ludes terbakar, dan di balik kebakaran tersebut terungkap kisah yang sangat tragis. Pengemudi berinisial S (52) diketahui menjadi korban pembakaran oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, mengungkapkan bahwa korban mengalami luka bakar serius di bagian punggung, bokong sisi kiri, dan tangan sisi kiri. Dari hasil penyelidikan, pelaku berinisial P (38) nekat menyiram korban dengan bensin dan membakarnya hidup-hidup. Peristiwa ini dipicu oleh cekcok masalah antrean angkot. Saat korban sedang mendapat giliran untuk mengangkut penumpang, pelaku tiba-tiba menyela antrean dan kemudian ditegur, yang berujung pada aksi kekerasan tersebut.
