Prabowo Akui Ada Kekurangan, Klaim Program MBG 99,99% Berhasil
ANGKARAJA — Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menyisakan sejumlah kekurangan dan penyimpangan dalam implementasinya. Namun, di sisi lain, ia menyatakan bahwa secara statistik, program tersebut telah mencapai tingkat keberhasilan yang sangat tinggi.
Pengakuan dan Komitmen Perbaikan
“Apakah ada kekurangan? Ada. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan. Apakah ada penyimpangan? Pasti. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan dan penyimpangan,” ujar Prabowo saat memberikan pengarahan dalam retret kabinet atau taklimat awal tahun di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Meski mengakui hal tersebut, Presiden menekankan bahwa pencapaian program ini patut disyukuri. “Tapi kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik, boleh dikatakan bahwa kita 99,99 persen berhasil,” sambungnya.
Target Zero Defect dan Upaya Berkelanjutan
Prabowo menyampaikan komitmen kuat pemerintah untuk terus menyempurnakan program MBG agar berjalan tanpa cacat atau zero defect. Ia menuturkan bahwa pemerintah secara aktif mengatasi setiap kekurangan yang muncul, sekalipun persentasenya sangat kecil.
“Jadi, saudara-saudara tentunya kita harapkan zero defect itu yang harus kita capai. Kita tidak puas dengan kekurangan 0,0 sekian itu. Itu pun bagi kita sesuatu yang harus kita atasi, dan Alhamdulillah kita sudah mengatasi dan kita sedang atasi terus,” jelasnya.
Pengawasan dan Filosofi Dasar Program
Menurut Presiden, langkah-langkah pengamanan dan pengawasan terus diperkuat untuk memastikan program berjalan optimal. Prabowo juga mengutip filosofi mendasar yang mendorong program ini, merujuk pada pidato Presiden pertama Indonesia, Soekarno.
“Saya ingat kata-kata pendahulu-pendahulu kita, satu ucapan Bung Karno: ‘the hungry stomach cannot wait‘, perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab, pemimpin yang punya hati, pemimpin yang punya kepedulian harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan,” tegas Prabowo, menegaskan bahwa MBG adalah salah satu instrumen konkret untuk mewujudkan hal tersebut.
